Menu Close

8 Trend Digital Marketing

Sebenarnya Digital Marketing itu cukup kompleks, besar, dan dinamis. Dengan pesatnya perkembangan teknologi pada digital dan penggunaan media sosial yang semakin marak saat ini, perubahan pun ikut terjadi pada pemasaran digital. Nah, seperti apa perkembangan media digital saat ini? Berikut kami akan merangkum trend digital marketing yang semakin marak saat ini.

1. Berkomunikasi dari Story

Tahun 2017 lalu angka pengguna Instagram Story sudah menembus angka 300 juta. Berarti, ada sekitar enam puluh persen dari pengguna Instagram yang cukup aktif membagikan atau menikmati konten dari instagram tersebut. Bahkan dengan jumlah tersebut bisa mengalahkan Snapchat dan aplikasi sejenis yang sudah ada sebelumnya.

Instagram sukses mengubah applikasi story yang kontennya tidak bertahan lama sebagai alat untuk menyampaikan pesan bahkan untuk berbisnis sekalipun. Sebuah riset mengatakan, ada cara untuk membuat sebuah brand produk terus melekat di hati followers atau konsumen, yaitu dengan membuat Story Anda terus eksis di timeline mereka. Cukup menceritakan tentang banyak kelebihan tentang merek yang Anda punya. Misalnya menceritakan tentang proses pembuatan produk, aktivitas tim saat di kantor, pembuatan video promosi versi balik layarnya, dll. Dengan cara ini, Anda dapat membuat follower menjadi lebih mengenal brand Anda.

Jadi, Anda harus mulai aktif memperhatikan story Anda selain foto-foto untuk kronologi Instagram Anda.

2. Dunia dalam video

Video online sudah menjadi trend tersendiri dan merupakan kanal beriklan yang perkembangannya sangat pesat. Ini membuat pemilik brand saat ini harus membuat konten berkualitas tinggi. Karena hanya konten yang terbaik saja yang dapat mencuri perhatian konsumennya. Sepanjang tahun 2017-2018 banyak sekali produsen yang memasang konten berisi video yang terus berkembang pesat hingga sekarang.

Dengan media video, Anda dapat menghasilkan cerita kreatif yang unik, mudah dimengerti, dan pesan Anda akan lebih melekat di hati konsumen. Sekitar 64 persen konsumen mengambil keputusan untuk membeli sebuah produk setelah menyaksikan video promosi dari produk tersebut.

Jangan lupa untuk terus berinteraksi dengan follower. Misalnya dengan opini atau bertanya melalui forum komentar. Karena konten video sudah sangat banyak tentu Anda harus membuat konten video yang lebih menarik untuk dapat menonjol dari semua video yang ada, Anda harus mengetahui lebih dulu perilaku target konsumen. Anda harus tahu video apa yang menarik untuk target konsumen Anda dan berapa lama durasi mereka akan bertahan menyaksikan suatu vidio.

3. Kolaborasi dengan influencer

Konsumen yang usianya muda biasanya lebih menyukai konten yang “tidak dibuat-buat”. Konten yang dikemas secara soft selling seakan-akan direkomendasikan oleh influencer nyatanya akan lebih afektif untuk menarik minat konsumen. Berbeda lagi dengan iklan yang, Karena  influencer dapat mempromosikan sebuah produk secara autentik dan lebih personal. Dengan cara begitu dapat membuat produk terkesan bagus, yang dapat membangun kepercayaan dari konsumen. Sehingga follower yakin untuk memilih produk tersebut.

Tidak heran, para pemilik brand besar juga mulai merambah ke media sosial dengan menggaet beberapa influencer, karena pengaruhnya yang cukup besar.

4. Duet big data dan artificial intelligence (AI)

Tren penggunaan AI dan big data pada sejumlah sector diawali pada tahun 2017. Walaupun masih digunakan untuk proses yang sederhana, tapi hal ini menggeser AI dari pasar yang niche jadi lebih mainstream. Bahkan beberapa perusahaan besar pada tahun 2018 diprediksi akan meningkatkan investasi kepada AI.

Saat ini konsumen aktif memberikan data yang berlimpah dari berbagai kanal. Anda juga dapat mengumpulkan data dengan berbagai cara. Tugas AI adalah dengan cepat dapat mengolah informasi yang sangat besar dan cukup kompleks. Berkat sistem automasi yang dimiliki AI, pemasar bisa lebih mudah dalam menganalisa perilaku konsumen, menciptakan konten yang efektif dan kreatif, bahkan dengan lebih personal membuat customer journey.

Semakin eksisnya kedua teknologi ini dalam berbagai ranah, dapat memperketat kompetisi dalam jaring konsumen. Apalagi, saat ini konsumen lebih menyukai konten yang sesuai dan memberikan kesan personal.

5. Tingkatkan engagement lewat chatbot

Layanan produsen yang baik akan membuat kepercayaan seseorang terhadap brand produk meningkat. Hasilnya, konsumen akan setia pada produk atau layanan Anda, bahkan konsumen tersebut dapat merekomendasikan Anda.

Chatbot didesain untuk mendukung customer service secara online, dan dapat memberikan informasi dalam waktu yang cukup singkat. Ketika konsumen membutuhkan akses instan terhadap informasi produk atau menyampaikan komplain, chatbot menjadi solusi yang tepat untuk hal tersebut.

6. Voice search mulai diminati

Riset Google menyebutkan 41% orang dewasa dan 55% remaja adalah pengguna fitur voice search. Artinya, mereka tidak hanya melakukan pencarian dengan mengetik kata kunci, tapi juga menggunakan perintah suara.

Sejak fitur voice search dalam bahasa Indonesia mulai diperkenalkan oleh Google pada tahun 2015, tercatat pertumbuhan pengguna voice search di Indonesia lebih tinggi lima puluh persen di atas angka pertumbuhan global.

Saat ini konsumen terbiasa dengan interface yang tidak memerlukan input secara fisik. Voice Search memberikan interaksi yang lebih natural walaupun itu terhadap mesin lewat perintah yang terkesan seperti percakapan biasa.

7. Augmented Reality bukan lagi hanya gimmick

Dibandingkan dengan VR ( virtual reality ), AR cenderung lebih cepat diadopsi. Alasannya AR lebih mudah diakses karena tidak membutuhkan headset seperti VR. Penggunaan AR juga sangat unik dan engaging untuk produsen dalam menjangkau target, karena lebih cepat, mudah, dan yang pasti lebih interaktif.

AR juga menjadi salah satu cara untuk memberikan user experience yang menyenangkan dan mempersingkat proses pengambilan keputusan.

IKEA adalah salah satu contoh produk yang sudah menggunakan AR dengan baik. IKEA Place adalah aplikasi yang diluncurkan oleh Peritel perabot rumah tangga asal Swedia. Di sini, AR bukan sekedar gimmick pemanis merek, tapi juga dapat membantu calon pembeli untuk menentukan pilihan furniture yang sesuai untuk rumahnya.

Cara ini dapat memberikan user experience yang menyenangkan dan mempercepat proses pengambilan keputusan pada konsumen. Konsumen dapat mengetahui lebih dulu apa saja furniture yang cocok dan yang muat di rumah mereka sebelum membeli, Jadi tidak perlu lagi khawatir tidak cocok dan harus repot menukar furniture.

8. Memanfaatkan celah dalam micro-moment

Micro-moment adalah sebuah fragmen yang sangat bermakna Fragmen ini dapat mempengaruhi konsumen untuk mengambil keputusan dengan jeda waktu yang sangat singkat.

Momen ini terjadi saat secara reflek seseorang beralih dari perangkat mobile untuk mencari tau, menonton, atau untuk berbelanja. Google menyebutkan 82% persen pemilik smartphone menggunakan perangkat mereka saat mereka perlu rekomendasi sebelum mengambil keputusan membeli ketika berbelanja. Satu dari sepuluh pengguna akhirnya memutuskan untuk membeli produk yang berbeda dari rencana awal mereka.

Think with Google menyebutkan setiap harinya, rata-rata konsumen menemui sekitar 150 jenis micro-moment. Research moment , dan discovery moment adalah beberapa diantaranya.

Momen tersebut kadang lebih fokus pada proses riset produk, Sedangkan yang lainnya lebih ke pembelian dan harus didukung dengan tawaran menarik dan harus mempunyai proses transaksi yang lancar.

Sebagai pemilik brand, Anda bisa memanfaatkan micro-moment untuk meningkatkan performa penjualan pada mesin pencari. Dengan micro-moment dan memberikan sesuatu yang lebih berguna kepada konsumen, Bisa juga Anda menjadikannya alat untuk meningkatkan engagement dan ROI (return on investment).

 

Setiap tahun, selalu ada hal baru yang bisa dieksplorasi oleh para produsen. Hal ini sebetulnya bisa menjadi boomerang. Apabila pengguna  digital marketing tidak hati-hati, karena itu akan lebih baik bagi produsen untuk dapat mengetahui lebih lanjut tentang Digital Marketing secara mendalam untuk dapat meminimalisir setiap kemungkinan yang ada dengan mempelajari mengikuti pelatihan Digital Marketing yang fokus, terperinci dan private membahas topik Digital Marketing seperti Erudite Training. Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat hubungi 089602709987 dan mengakses http://erudite.id/pelatihan-digital-marketing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *